Powered by Blogger.

rss

Tuesday, March 22, 2011

PERPUSTAKAAN MINI KELAS



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seperti yang tercantum pada Undang Undang No.20 tahun 2003


tentang system Pendidikan Nasional pasal 32 ayat 1 bahwa Pendidikan Khusus adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena fisik, mental, sosial dan/atau memiliki potensial kecerdasan serta bakat istimewa.Pendidikan Khusus diberikan kepada Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) agar hambatan belajar dapat teratasi dan kebutuhan belajarnya dapat terpenuhi, sehingga potensi yang masih dimilikinya dapat berkembang secara optimal. Untuk membantu meminimalisasikan hambatan belajar dan memenuhi kebutuhan belajarnya dibutuhkan beberapa pendekatan, metode dan tehnik yang bersifat khusus sesuai dengan jenis dan derajat kelainan yang dialami oleh masing-masing peserta didik.
Maka dari itu guru harus selalu mengupayakan pembelajaran yang kondusif dan mengelola sumber-sumber belajar yang ada di sekolah terutama yang ada didalam kelas.
Pada umumnya SLB baik yang Negeri maupun Swasta memiliki ruang khusus untuk perpustakaan. Ruang perpustakaan ini biasanya dilengkapi dengan buku-buku yang relevan dengan kebutuhan sekolah secara umum.
Idealnya perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh setiap warga sekolah, akan tetapi pada kenyataannya ruangan ini lebih sering lengang dan cenderung sepi pengunjung. Buku-buku tetap tersimpan rapih ditempatnya. Mungkin yang lebih sering masuk ke ruangan ini selain caraka / petugas kebersihan adalah guru-guru yang menempuh pendidikan atau kuliah untuk mencari referensi buku yang diperlukan. Sementara guru-guru yang lain kurang antusias mengunjungi perpustakaan tersebut, apalagi siswa-siswinya.
Siswa-siswi kita terutama anak-anak tunagrahita ringan lebih banyak menghabiskan waktu istirahat mereka dikantin atau bermain dengan teman-temannya yang lain. Kalaupun tidak begitu mereka lebih asyik didalam kelas sambil mencorat-coret meja, kursi dan papan tulis sesuka hatinya. Dengan melihat keadaan seperti ini, akhirnya terpikir kalau didalam kelas ada perpustakaan dalam bentuk mini, mungkin keadaannya akan berbeda. Setidaknya siswa-siswi kita akan melihat dan memilih-milih buku yang menarik dan disukainya. Kalau hal itu berlangsung setiap hari mungkin bisa saja akan menumbuhkan minat anak untuk membaca buku-buku tersebut.
Mengapa anak tunagrahita enggan masuk perpustakaan? Karena di ruangan itu banyak deretan buku yang mayoritas tulisannya lebih banyak dari pada gambarnya. Sementara bagi anak tunagrahita hal itu adalah kendala besar, karena mereka harus melihat dan membaca huruf yang banyak. Untuk itu perlu di desain perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membaca untuk anak-anak tunagrahita.

A.    Maksud dan Tujuan
1.      Maksud dari desain perpustakaan mini didalam kelas anak tunagrahita adalah untuk mengefektifkan ruang kelas disamping untuk kegiatan belajar mengajar bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu luang bagi anak-anak tunagrahita dengan kegiatan yang positif.
2.      Tujuan penyediaan perpustakaan mini di dalam kelas anak tunagrahita adalah untuk menambah wawasan anak-anak tunagrahita melalui buku-buku perpustakaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya pikirnya.


BAB II
PERPUSTAKAAN MINI DI DALAM KELAS
ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

A.    Perpustakaan, Peran dan Manfaatnya
Perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia, oleh karena itu perpustakaan bisa dijadikan sarana hiburan yang bermanfaat bagi anak-anak tunagrahita.
Dalam Randy (27 Feb, 2009) perpustakaan berperan penting didalam pendidikan, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Maka sasaran dan tujuan operasional dari perpusatakaan  sekolah / kelas adalah untuk memperkaya, mendukung, memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, tidak terkecuali memungkinkan setiap siswa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pelajar. Penyelenggaraan perpustakaan kelas bukan hanya untuk menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan kelas diharapkan dapat membantu siswa dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu segala bahan  pustaka yang dimiliki perpustakaan kelas harus dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah dengan kompetensi siswa dan karakteristiknya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan perpustakaan kelas antara lain :
1.      Menyediakan bahan-bahan bacaan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreasi yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif.
2.      Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik, sehingga guru dan siswa tertarik dan dapat menjadi terbiasa  dalam menggunakan perpustakaan.
Adapun manfaat perpustakaan kelas adalah sebagai berikut :
1.      Perpustakaan kelas dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca.
2.      Perpustakaan kelas dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
3.      Perpustakaan kelas dapat menambah kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya siswa mampu belajar sendiri.
4.      Perpustakaan kelas dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
5.      Perpustakaan kelas dapat membantu pengembangan kecakapan berbahasa.
6.      Perpustakaan kelas harus dapat melatih siswa kearah tanggung jawab.
7.      Perpustakaan kelas harus dapat membantu siswa dalam kelancaran menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
8.      Perpustakaan kelas dapat membantu guru menemukan informasi dan sumber-sumber pengajaran.
9.      Perpustakaan kelas dapat membantu siswa dan guru dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

B.     Hakikat Anak Tunagrahita Ringan
Anak-anak tunagrahita ringan adalah mereka yang memiliki kapasitas intelegensi berkisar 68 – 78 (Standford – Binet Score dan Wisc – R).
Karakteristik mereka pada umumnya sebagai berikut :
1.      Terlambat atau terbelakang dalam perkembangan mental dan sosial.
2.      Mengalami kesulitan dalam mengingat apa yang dilihat, didengar, sehingga menyebabkan kesulitan dalam berbicara.
3.      Mengalami masalah persepsi yang menyebabkan tunagrahita mengalami kesulitan dalam mengingat berbagai bentuk benda dan suara.
4.      Keterlambatan atau keterbelakangan mental yang dialami tunagrahita menyebabkan mereka tidak dapat berperilaku sesuai dengan usianya.
Disamping itu,
Akibat keterbatasan kapasitas intelektual mereka menyebabkan kesulitan dalam mempelajari bidang–bidang akademis seperti membaca, menulis dan berhitung. Dalam hal ini diharapkan pengadaan perpustakaan di dalam kelas dapat membantu mengatasi salah satu  dari problema  diatas yaitu  kesulitan membaca. Akan tetapi  perpustakaan mini yang seperti apa yang akan kita desain supaya anak tunagrahita dapat mempergunakannya. Untuk itu guru harus mendesain perpustakaan mini yang sedemikian rupa, supaya anak tunagrahita dapat mempergunakannya.

C.    Desain Perpustakaan Mini di dalam Kelas
1.      Letak Perputakaan
Kita bisa memanfaatkan salah satu sisi bagian di dalam ruang kelas, idealnya mungkin dibagian belakang, supaya tidak mengganggu konsentrasi siswa saat belajar. Ukuran ruang yang didesain sekitar 2x2 M. Ruang baca ini bias tampil ceria dan penuh warna.
2.      Pelengkap Perpustakaan
Tempat buku bisa dicat dengan warna-warna yang menarik dan harus menghindari penggunaan warna-warna merah yang berlebihan, karena kurang baik untuk anak hyperaktif.
3.      Pencahayaan
Pencahayaan harus cukup terang dan tidak silau, baik saat cuaca cerah maupun saat mendung atau turun hujan.
4.      Sirkulasi Udara
Perlu diperhatikan untuk kenyamanan ruangan supaya tidak terlalu panas atau pengap, maka perlu ada ventilasi untuk sirkulasi udara.
5.      Bahan Materi Perpustakaan
Ø  Kartu-kartu huruf
Ø  Kartu-kartu bilangan
Ø  Pias-pias kata atau kalimat
Ø  Gambar-gambar seri buah-buahan
Ø  Gambar-gambar seri binatang
Ø  Buku-buku membaca permulaan
Ø  Buku-buku menulis permulaan
Ø  Buku-buku dongeng
Ø  Kliping-kliping tentang peristiwa alam dll.
6.      Penataan
Bahan-bahan / materi perpustakaan ditata sedemikian rupa sehingga siswa mudah mempergunakannya.
7.      Penggunaan
Anak dapat mengunjungi perpustakaan ini kapan saja, pada saat anak-anak sudah merasa bosan atau jenuh dalam belajar, mereka bisa memanfaatkan sarana perpustakaan kelas ini. Bisa juga pada saat istirahat atau menunggu jemputan pulang.
Kalau kita sudah mendesain perpustakaan mini ini, sebagai guru harus bisa memotivasi siswa untuk mau mengubah perilaku malas membaca menjadi gemar membaca. Dengan demikian keberadaan perpustakaan di dalam kelas benar-benar bermanfaat.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Guru dapat memanfaatkan ruang kelas untuk menciptakan perpustakaan mini. Dalam mendesain perpustakaan mini didalam kelas harus disesuaikan dengan kompetensi dan karakteristik siswa.
Dengan menciptakan perpustakaan di dalam kelas diharapkan dapat mengubah perilaku siswa dari malas membaca menjadi mau membaca.

B.     Saran
Kepada para guru hendaknya selalu memotivasi siswa agar senantiasa mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat antara lain dengan membaca buku. Memberi dorongan kepada anak agar selalu memiliki keinginan dan kemauan dalam mencari ilmu baik itu lewat membaca atau mendengar. Memberi dorongan kepada siswa agar memiliki perpustakaan sendiri walaupun kecil, sehingga mereka terbiasa dengan buku dan dapat menghargai buku. Pada akhirnya guru harus memberi reward kepada siswa yang sudah mempunyai semangat belajar membaca buku.









DAFTAR PUSTAKA

1.      Amin, Mohammad, (1995) Ortopedagogik Anak Tunagrahita Depdikbud, Direktorat Dikti
2.      Somantri, T.Sutjihati, (2007) Psikologi Anak Luar Biasa, Bandung, PT Rrefika Aditama
3.      Wikipedia, Perpustakaan (2010)
4.      Wikipedia, Manfaat Perpustakaan  (2010)
5.      Wikipedia, Pengelolaan Kelas  (2010)

Cari di Blog ini...!!!

Translate Page

 
T'RIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DISITUS RESMI "GUGUS 31 SLB KABUPATEN INDRAMAYU" , Sekretariat: Jl.D.I.Panjaitan No.220/D Indramayu Kode Pos 45212 Telp.0234-272594

FOLLOWER BLOG